Rab. Feb 26th, 2020

Daarul Mustaqiem

Istiqomah Dalam Mardlatillah

KESUKSESAN AKAN DATANG BILA SABAR MENERIMA MUSIBAH, TABAH MENGHADAPI UJIAN DAN BERSERAH DIRI HANYA PADA ALLAH

3 min read

Marilah kita bertakwa kepada Allah SWT dengan senantiasa ingat kepadanya. Ingat kepada Allah SWT. Jangan hanya disaat sedang menghadapi kesulitan atau mengalami kesusahan, tetapi sekali lagi ingatlah kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka. Memang menurut kebiasaan, orang baru ingat kepada Allah bila ia sedang dalam kesempitan atau kesedihan, tetapi setelah kesempitan dan kesedihan itu dapat teratasi, lalu lupalah dia kepada Allah Dzat yang menghilangkan kesedihan dan kesempitan
Hilangnya rasa sedih adalah suatu nikmat dari Allah yang harus kita syukuri, dari sakit menjadi sehat adalah nikmat dari Allah, dari miskin menjadi kaya adalah nikmat dari allah, dari sulit memahami pelajaran menjadi paham adalah nikmat dari Allah, dari tidak punya saat membutuhkan ada adalah nikmat dari Allah, dari tidak laku menjadi laris adalah nikmat Allah, dari menanam menjadi memanen adalah nikmat dari Allah, dari tidak punya anak menjadi punya anak, dan dari semua yang kita dapati jangan lupa itu adalah nikmat dari Allah.
Tetapi anehnya sering kita merasakan kenikmatan, tanpa mengingat siapa sebenarnya yang telah menganugrahkan nikmat itu kepada kita. Karena kealpaan kita inilah kita enggan bersyukur kepada Allah SWT atau kita ingat kepada Allah tapi rasa bersyukurnya tidak maksimal. Padahal orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya berarti ia telah mengingkari dan melupakan tuhanya. Karena itu marilah kita kembali berpegang kepada hadist Rasul SAW :
عن عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قاَلَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ يَوْمًا فَقَالَ : يَاغُلَامُ إِنــِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ ، وِإِذَا إِسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَأعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ ، وَإِنْ اِجْتَمَعَتْ عَلىَ أَنْ يَّضُرُّوْكَ بِشَيءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ, رُفِعتِ الأَقلامُ وجَفَّتِ الصُّحُفُ .
Hai anak! Aku akan mengajarkan engkau beberapa kalimat : jagalah Allah pasti Allah akan menjaga engkau. Jagalah Allah pasti engkau akan mendapatkannya dihadapanmu. Jika engkau minta, mintalah kepada Allah. Jika engkau minta tolong, mintalah tolong kepada Allah.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya jika bersatu umat manusia untuk memberikan manfaat/kebaikan padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat melakukan hal itu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah padamu, dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah padamu.
Dalam hadist ini kita diingatkan pula oleh nabi :
تـَعَرَّفْ إِلىَ اللهِ فِى الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِى الشِّدَّةِ
Kenalilah/ingatlah kepada Allah disaat kamu sedang menerima kejayaan, maka Allah pasti memperhatikanmu disaat kamu sedang menderita.
Marilah kita renungkan sejenak, bagaimana rasanya orang yang sedang menghadapi kesulitan, lalu Allah berkenan memperhatikannya? Sungguh berbahagialah orang yang mendapatkan perhatian khusus dari Allah SWT.
Untuk itu marilah kita selalu ingat kepada Allah, dalam arti jika kita sedang dianugerahi kejayaan, sedang diberi kenikmatan, sedang diberi rizki yang melimpah, dagangan laku, bertani hasilnya bagus, jabatan naik, usaha selalu beruntung, maka bersyukurlah kepada Allah. Dan apabila kita sedang menerima musibah, kita sedang dalam kesedihan, sedang pailit, susah untuk membeli keperluan rumah tangga, dagangan tidak laku, bertani hasilnya tidak bagus, di PHK, usaha selalu gagal , maka hadapilah dengan penuh kesabaran.
Dalam kitab Zubad dikatakan :
وَكُنْ عَلَى أَلآئِهِ شَكُوْرًا # وَكُنْ عَلَى بَلَائِهِ صَبُوْرًا
Hendaklah engkau bersyukur atas segala nikmat yang datang, dan bersabarlah atas bencana yang menimpa.
Kaum muslimin syukur dan sabar adalah dua hal yang harus kita amalkan, sebab barangsiapa sabar menerima musibah, tabah menghadapi ujian, berserah diri hanya pada Allah. Niscaya Allah memberikan kesuksesan padanya.
Nabi Muhammad SAW. Telah bersabda
مَنْ يــُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْهُ (رواه البخارى)
Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi baik, maka diberinya penderitaan (cobaan).
Dengan begitu segala bentuk cobaan dan musibah bagi seorang muslim bagi kita adalah anugrah atau pemberiaan allah yang luar biasa. Sebab dengan begitu Allah akan mengetahui mana hambanya yang baik dan mana hambanya yang kurang baik. Semakin tinggi cobaan hidup kita semakin tinggi derajat kita di mata Allah
Demikianlah, semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai hamba – hamba yang sabar dan bersyukur. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *