Rab. Feb 26th, 2020

Daarul Mustaqiem

Istiqomah Dalam Mardlatillah

Ilmu dan Perjuangan

2 min read

ألسلام عليك م ورحمة الله وبركاته

Imam Syafi’i telah berpesan kepada kita untuk senantiasa bermujahadah dalam mencari ilmu, bersungguh – sungguh dalam menuntut ilmu dan bersemangat dalam طلب العلم, sebagaimana dalam untaian hikmahnya :

مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً – تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ
Bila kamu tidak tahan lelahnya, capeknya belajar – Maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan sepanjang hayat

Kenapa kita harus مَنْ جَدَّ وَجَدَ dalam belajar ? Bila kita ingin memiliki baju yang baru maka belilah baju itu dengan uang. Jika kita ingin memiliki ilmu, belilah ilmu itu dengan sungguh – sungguh, dengan rajin belajar, rajin muthola’ah serta rajin membaca.

Sesuatu yang berharga tentulah memiliki nilai yang mahal, ilmu adalah sesuatu yang amat berharga untuk kita untuk para pelajar dan tentunya sesuatu yang amat berharga tidak mudah untuk dimiliki.

Ilmu itu harus diperjuangkan dengan rasa lelah karena berharga, ilmu harus didapatkan dengan tetesan air mata karena ilmu itu berharga, ilmu itu harus diraih dengan rasa capek, lelah, ngantuk dan membosankan karena ilmu itu berharga. Tidaklah sesuatu itu dikatakan berharga kalau mudah mendapatkannya.

Dengan demikian, jika ada diantara kita yang malas belajar, malas membaca, malas menelaah ilmu, malas menghapal, dan lainnya. Pastikan..Pastikan dia tidak akan menjadi manusia yang berharga.

Masa depan cerah adalah pemilik orang – orang yang mujahadah dalam belajar

Masa depan gemilang hanya pemilik orang – orang yang rajin

Masa depan bahagia hanyalah milik orang – orang yang saat ini bersungguh – sungguh dalam belajar.

Dan masa depan sukses hanyalah pemilik orang – orang yang bekerja keras pada masa belajarnya.

Aristoteles ditanya oleh seorang muridnya ” apa yang akan saya dapatkan jika saya tidak tekun untuk membaca dan tidak mempunyai kesabaran terhadap kelelahan serta kejenuhan belajar?

Aristoteles menjawab ” Kalau demikian tidak ada jalan lain bagimu kelak, kecuali harus sabar menghadapi kesengsaraan dan kebodohan hidupmu.

Iman Syafi’i melanjutkan nasihatnya :

وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِهِ – فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْيَعًا لِوَفَاتِهِ

Barangsiapa yang kehilangan semangat belajar pada waktu mudanya – maka sholat mayitkanlah dia

Anak muda yang tidak mau belajar, anak muda yang tidak bersungguh – sungguh dalam mencari ilmu, maka dia itu adalah mayit, orang hina dan orang yang tidak memberikan manfaat bagi orang lain.

Silahkan anda bermalas – malasan saat ini, tapi jangan salahkan orang lain atas kemalangan masa depan kamu.

Silahkan anda tidak mau belajar saat ini, tapi jangan pernah menyesali susahnya hidup anda kelak.

Dan silahkan anda berleha – leha malas belajar tapi jangan salahkan bapak – ibumu, bapak ibu gurumu atas buruknya, susahnya masa depan mu kelak.

حَيَاةُ الفَتَى وَاللهِ بِالعِْلْمِ وَالتُّفَى – إِذَا لَمْ يَكُونَا لَاعْتِبَارَ لِذَاتِهِ

Demi Allah, masa muda adalah masa untuk belajar, masa bersungguh – sungguh dan rajin belajar – jika ilmu dan takwa tidak ada dalam dirimu bersiap – siaplah menjadi orang hina.

Anak muda adalah napasnya belajar, tidurnya adalah belajar, berjalanya untuk belajar, diamnya belajar dan hidupnya hanya untuk belajar.

والله أعلم بالصّواب

2 thoughts on “Ilmu dan Perjuangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *