Sejarah Singkat

By Rully Nasrullah 05 Jul 2015, 16:32:14 WIB

 

Daarul Mustaqiem adalah sebuah lembaga yang tidak berdiri dengan sendirinya, Daarul Mustaqiem rencana awal didirikannya di wilayah Jambu, namun karena beberapa faktor yang menjadi penghambatnya Kemudian secara sederhana kegiatan Yayasan diselenggarakan di Cilengkong  dengan beberapa pertimbangan, antara lain :

  1. Sudah ada Madrasah Ibtidaiyyah Tarbiyatul Huda dan masih ada lahan atau tanah yang kosong
  2. Ada 2 (dua) figure / tokoh masyarakat / agama yang  yaitu KH. Syamsul Anwar dan KH. Shohibuddin
  3. Pemikiran waktu itu lebih baik membantu lembaga yang sudah ada dibandingkan harus memulai dari nol.

Tiga pertimbangan itu yang menjadi alasan Daarul Mustaqiem didirikan di Cilengkong, namun Allah menghendaki lain, sehingga akhirnya Daarul Mustaqiem meninggalkan kegiatan di Cilengkong.

            Kurang lebih tiga bulan setelah itu, ada seseorang tokoh masyarakat / agama di Nangkasari Satu yaitu H. Zain bin Abd. Syukur (alm) ingin mewakafkan tanahnya seluas + 350 M2 . Tanah tersebut diserahkan kepada KH. Shalahuddin Habsya MA, yang sekarang menjadi Pimpinan Yayasan untuk dijadikan sebagai majelis ta’lim dan madrasah. Diatas tanah tersebut sudah berdiri bangunan seluas + 200 M2 Kurang dari tiga bulan. Dimulailah pengajian anak-anak  atau biasa disebut TPA.

            Dan dari TPA itu didirikan Madrasah Tsanawiyah (1985) dan berikutnya didirikan Madrasah Aliyah (1988) dan tanah yang awalnya hanya 350 M2 , sekarang sudah semakin luas mencapai +  30.000 M2 Yang diperoleh dari :

  1. Wakaf dari H. Abdul Wahhab (alm)
  2. Pembelian dari keluarga H. Zain Abd. Syakur
  3. Pembelian dari H. Usa (alm)
  4. Pembelian dari H. MD. Supendi
  5. Pembelian oleh Yayasan  (tukar dengan H. Nanang (alm))
  6. Pemberian dari Ma’mun
  7. Pembelian dari H. A. Mustofa

Pelebaran Daarul Mustaqiem

Karena makin bertambahnya jumlah murid dari tahun ke tahun, maka area Daarul Mustqiem diperluas dengan :

  1. Membeli tanah Suwardi (alm) sawah lega seluas 6000 M2
  2. Membeli tanah di Cikuluwung seluas 5000 M2 dari bapak Toip (alm)
  3. Membeli tanah dari keluarga Mama Kanta seluas + 1 hektar
  4. Membeli tanah dari MI Tarbiyatul Falah Kaung Gading seluas 3000 M2
  5. Membeli tanah dari Bapak Adi seluas 5000 M2

Luas tanah yang dimiliki Daarul Mustaqiem saat ini adalah + 3 ha.